WACANA meritokrasi di Indonesia sering berujung pada bahasa dua muka (double talk). Dukungan penuh semangat berapi-api di panggung depan, namun penuh kompromi di panggung belakang.
Pemberitaan tentang dicanangkannya program-program birokrasi dengan tema meritokrasi menghiasi halaman-halaman media.
Namun, pada saat yang sama, berita tentang jual beli jabatan muncul tanpa henti.
Berbagai instansi sibuk mengampanyekan program dengan tema meritokrasi, mulai dari membuat seminar, lokakarya, survei, hingga menganugerahkan penghargaan kepada pemda yang dipandang sudah menjalankannya.
Pada saat yang sama, satu per satu bupati