Liputan6.com, Jakarta - Ekonom Bambang P.S. Brodjonegoro mendorong pemerintah mengubah orientasi pembangunan jalan tol dari penambahan panjang ruas menjadi integrasi jaringan untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Bambang menilai konektivitas antarruas dan antarmoda perlu menghubungkan pusat produksi, kawasan industri, pelabuhan laut, hingga dry port secara seamless agar jaringan tol dapat berfungsi sebagai satu sistem logistik.
“Bicara mengenai jalur logistik, maka nomor satu yang paling penting itu adalah konektivitas. Kalaupun itu bergantung pada jalan tol, maka konektivitas