Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai elektrifikasi armada dan alat berat pertambangan semakin dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan industri menghadapi ketidakpastian geopolitik dan energi global.
“Apa yang sebelumnya hanya percontohan kini menjadi kebutuhan operasional,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Aryo Djojohadikusumo dalam Energy Insights Forum di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan gejolak geopolitik dapat memengaruhi anggaran, proyeksi keuangan, hingga ketahanan usaha perusahaan pertambangan.
Menurut dia, bahan bakar, baik diesel, bensin, maupun