Jakarta (ANTARA) - Indonesia sedang menguji apakah posisi geografisnya di antara Eurasia dan Asia Tenggara dapat diubah menjadi keunggulan ekonomi. Sasarannya bukan sekadar memperluas ekspor, tetapi menjadi basis perdagangan, investasi, dan produksi bagi perusahaan Eurasia yang ingin menjangkau pasar ASEAN.
Ambisi itu mendapat momentum setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 di Vladivostok pada 3 September.
Presiden Prabowo menawarkan Indonesia sebagai pintu masuk alami ke pasar ASEAN yang berpenduduk sekitar 680 juta jiwa, ditopang pasar