REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Hossein Mohebbi pada Selasa (8/9/2026) mengatakan, tidak ada teknologi canggih, termasuk teknologi AS, yang dapat menghindari sistem pengawasan Iran di Selat Hormuz. Sebelumnya pada hari yang sama, IRGC menyatakan telah menyita drone bawah laut AS jenis Dive-LD yang canggih di pintu masuk Selat Hormuz dan memublikasikan foto perangkat tersebut.
"Penemuan drone bawah laut militer AS yang canggih pada pagi hari menunjukkan bahwa tidak ada teknologi canggih yang dapat melewati lapisan