Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendorong agar masyarakat Indonesia memiliki rekening bank masing-masing. Gagasan ini kemudian diterjemahkan pemerintah ke dalam rencana penyediaan rekening secara masif, dengan target mencapai sekitar 200 juta rekening.
Sekilas, kebijakan tersebut terdengar sederhana: memperbanyak jumlah masyarakat yang memiliki rekening bank. Namun, di baliknya terdapat agenda yang lebih besar, yakni membawa semakin banyak warga masuk ke dalam ekosistem keuangan formal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penyediaan rekening akan dilakukan dengan melibatkan PT Bank Rakyat