Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (5/9) pagi di perairan Selat Sunda tak hanya berdampak di sekitar gunung. Abu vulkanik bergerak hingga Banten, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.
Gangguan juga merembet ke transportasi udara. Hingga 7 September, sebanyak 2.961 penerbangan dan sekitar 341 ribu penumpang terdampak.
Lantas, sejauh apa efek berantai erupsi Anak Krakatau terhadap perekonomian Indonesia? Apakah gangguan penerbangan bisa merembet ke pariwisata, logistik, hingga harga barang? Dan apa yang perlu dilakukan pemerintah jika gangguan berlangsung