Liputan6.com, Jakarta - Memasuki abad ke-21, jaringan metro atau kereta bawah tanah bukan lagi sekadar pilihan moda transportasi tambahan, melainkan telah bertransformasi menjadi tulang punggung utama mobilitas masyarakat di berbagai belahan dunia. Laju urbanisasi yang terus melonjak, tingginya angka kemacetan jalan raya, hingga pergeseran gaya hidup masyarakat yang kini lebih memilih transportasi umum dibanding kendaraan pribadi, menjadi dorongan kuat bagi banyak negara untuk terus berinovasi.
Demi menciptakan ruang kota yang lebih tertata dan ramah lingkungan, negara-negara ini saling berlomba membangun,