JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah karyawan swasta mengeluhkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang terus mengalami peningkatan.
Kenaikan BBM non-subsidi ini membuat dompet para karyawan swasta tersebut menjerit ketika berada di pom bensin.
Salah satu karyawan swasta bernama Wira (26), mengatakan dulu uang yang harus dikeluarkan untuk membeli bensin berjenis Pertamax Turbo untuk sepeda motornya dalam satu bulan hanya sekitar Rp 300.000-an.
Namun, setelah harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp 19.600 per liter, maka uang yang harus dikeluarkan lebih banyak.