JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia menegaskan, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak mungkin memiliki tingkat akurasi 100 persen karena kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terus berubah.
Amalia mengatakan, pemutakhiran data harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mengikuti perubahan kondisi masyarakat.
"Namanya ini data manusia tidak pernah ada menuju akurat 100 persen karena setiap saat ada orang yang meninggal, setiap saat ada orang yang lahir," kata Amalia saat diwawancarai di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa