Havana (ANTARA) - Pengetatan embargo perdagangan Washington terhadap Kuba menyebabkan pulau itu mengalami rekor kerugian ekonomi sebesar 8,083 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.653) dari Maret 2025 hingga Februari 2026, naik 7 persen dibandingkan angka tahun sebelumnya.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba Bruno Rodriguez pada Senin (7/9), mengecam dampak destruktif embargo tersebut terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat Kuba.
Kuba telah berada di bawah embargo perdagangan Amerika Serikat (AS) selama lebih dari enam dekade. Pemerintah menyatakan kerugian ekonomi kumulatif