KATHAMANDU, KOMPAS.com - Laporan analisis data meteorologi terbaru mengungkapkan, wilayah gletser pegunungan Himalaya yang runtuh dan memicu banjir bandang di perbatasan Nepal-China pada 26 Agustus 2026, sempat mengalami lonjakan suhu panas ekstrem yang belum pernah terjadi dalam kurun waktu 55 tahun terakhir.
Berdasarkan hasil rekonstruksi Berkeley Earth, suhu rata-rata pada ketinggian 5.200 meter di atas permukaan laut tersebut menembus angka 5 Celsius sepanjang 21 hingga 26 Agustus, melonjak 1,8 derajat Celcius dibandingkan rata-rata pertengahan abad ke-20.
Rangkaian peningkatan suhu terisolasi