REPUBLIKA.CO.ID,Maksiat bukan hanya berdampak pada perilaku seseorang, tetapi juga dapat merusak akal dan hati. Ketika seseorang terus-menerus melakukan kemaksiatan, cahaya akalnya semakin redup hingga melemahkan kemampuan untuk menolak dosa, karena akal sehat telah rusak.
Pada saat yang sama, dosa demi dosa yang dilakukan membuat hati berkarat, menutupinya dari petunjuk, dan pada akhirnya dapat menyeret seseorang dalam kendali setan.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ad-Da' wa ad-Dawa menerangkan bahwa kemaksiatan merusak akal. Akal adalah cahaya, dan kemaksiatan mematikan sinar tersebut. Jika sinar