Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sampai dengan Selasa aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak memicu anomali gelombang laut di Selat Sunda.
Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan di Jakarta, Selasa, menegaskan pemantauan melalui 20 tsunami gauge dan HF Radar Array di kawasan Carita dan Tanjung Lesung mencatat probabilitas terjadinya tsunami berada pada kategori rendah di bawah 50 persen.
"Hingga pagi tadi, tidak terdeteksi anomali kenaikan tinggi muka air laut ataupun perubahan pola arus permukaan