REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Geologi, Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan erupsi Gunung Anak Krakatau telah memasuki fase strombolian atau terus mengalami penurunan. Mereka pun menyebut erupsi tidak berpotensi tsunami.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada tahun 2018 menyebabkan sebagian tubuh gunung runtuh sehingga memicu tsunami. Sedangkan erupsi kali ini tidak terdapat pergerakan dinding gunung yang berpotensi terjadi longsor.
"Dalam analisis kami di sini baik itu dari deformasi tidak ada pergerakan dinding