Jakarta (ANTARA) - Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian menilai penguatan ekosistem usaha diperlukan agar petambak garam dapat meningkatkan mutu produksi tanpa harus menanggung sendiri biaya teknologi yang relatif besar.
Menurut Eliza, penggunaan geomembran, pompa, gudang hingga fasilitas pencucian dan pemurnian membutuhkan investasi yang berat apabila seluruhnya dibebankan kepada petambak dengan lahan berskala kecil.
“Model bisnisnya jangan petambak sendirian yang menanggung teknologi. Geomembran, yaitu plastik dasar tambak, pompa, gudang, dan pabrik cuci garam mahal jika dibebankan