Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan masih menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel di kisaran Rp160 triliun sampai dengan Rp170 triliun sampai akhir 2026.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto mengatakan, hingga Agustus 2026 realisasi penerbitan SBN ritel sudah mencapai Rp94 triliun. Artinya, masih tersisa sekitar Rp66 triliun sampai dengan Rp76 triliun.
Target pada 2026 ini pun meningkat dibanding realisasi penerbitan SBN ritel pada 2025 yang sebesar Rp152 triliun. Dari tahun