JAKARTA, KOMPAS.com - Harga batu bara menembus level 145 dollar AS per ton pada awal September 2026.
Level tersebut menjadi yang tertinggi dalam 11 pekan, didorong oleh kuatnya permintaan energi global dan risiko pasokan.
BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, penguatan harga batu bara terjadi di tengah perkembangan energi terbarukan.
China mencatat kapasitas listrik tenaga surya kini telah melampaui batu bara untuk pertama kalinya.
“Penguatan terjadi meski China mencatat kapasitas listrik tenaga surya kini melampaui batu bara, untuk pertama kalinya,” tulis BRI