Jakarta, MUI Digital — Pemerintah Militer Niger menuduh Prancis berada di balik pemberontakan militer yang mengguncang ibu kota Niamey pada 29 Agustus 2026 lalu.
Tuduhan tersebut muncul setelah sekelompok tentara menyerang Base 101, fasilitas militer yang berada di kompleks Bandara Internasional Niamey, sebelum bentrokan meluas ke sejumlah lokasi sensitif, termasuk sekitar istana kepresidenan.
Pemberontakan akhirnya berhasil dipadamkan setelah pasukan Niger, dengan bantuan kelompok paramiliter Rusia Africa Corps, mengambil kembali kendali pangkalan.
Media pemerintah Niger menyebut ratusan tentara terlibat dalam pemberontakan