PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) membidik praktik under-invoicing dan transfer pricing yang dinilai berpotensi menyebabkan kebocoran nilai dari ekspor komoditas Indonesia.
Direktur Utama Danantara Sumberdaya Indonesia Luke Thomas Mahony mengatakan tengah menyiapkan strategi untuk mencegah kebocoran nilai tersebut dengan meningkatkan transparansi data perdagangan komoditas Indonesia.
Menurutnya, DSI akan memanfaatkan data yang telah tersedia dalam sistem kementerian dan menambahkan analisis untuk mengidentifikasi indikasi atau anomali transaksi yang perlu ditindaklanjuti oleh kementerian terkait.
"Pada akhirnya, kami dibentuk untuk menangani under-invoicing transfer pricing,"