Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya 1.370 dokter telah meninggalkan Israel antara tahun 2023 hingga 2025 berdasarkan studi terbaru oleh Universitas Tel Aviv. Angka ini secara nyata menyoroti semakin parahnya krisis pelarian kaum intelektual (brain drain) dari sektor medis di negara tersebut.
Mengutip Anadolu Agency, Selasa (8/9/2026), temuan mengkhawatirkan ini diterbitkan pada hari Minggu oleh surat kabar Israel, Haaretz. Studi tersebut mengklasifikasikan seorang dokter telah berstatus 'pergi' jika mereka menghabiskan waktu lebih dari 270 hari di luar negeri selama tahun pertama