Jakarta (ANTARA) - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat menyebar jauh dari sumber erupsi karena terbawa angin pada berbagai lapisan atmosfer. Jarak dan arah pergerakannya dipengaruhi ketinggian abu, ukuran partikel, serta kecepatan dan arah angin.
Sebaran abu vulkanik Anak Krakatau masih terpantau pada Senin, 7 September 2026. Berdasarkan pembaruan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, abu bergerak dengan arah berbeda pada lapisan atmosfer yang berbeda.
Pada lapisan rendah hingga sekitar 4,57 kilometer, abu bergerak dari arah tenggara