Jakarta (ANTARA) - Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta. Paparan abu dalam jumlah tinggi dapat mengganggu saluran pernapasan, mata, dan kulit, terutama pada kelompok rentan.
Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas sejak Jumat, 4 September 2026. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik terpantau melingkupi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.
Di Jakarta, intensitas abu diperkirakan tipis dan kondisinya dapat berubah mengikuti arah serta kecepatan angin. Pemerintah Provinsi