RRI.CO.ID, Kendari - Di tengah ganasnya Perang Dunia II, Desmond Thomas Doss memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan prajurit. Sebagai seorang penganut Seventh-day Adventist, ia menolak membawa senjata maupun mengambil nyawa manusia. Namun, keyakinan tersebut tidak membuatnya menjauh dari medan perang. Doss justru bergabung dengan militer sebagai petugas medis dan bertugas bersama Resimen Infanteri ke-307, Divisi Infanteri ke-77. Keputusannya sempat membuatnya mendapat tekanan dari rekan-rekan maupun atasannya, tetapi ia tetap berpegang pada keyakinannya untuk menyelamatkan kehidupan.Salah satu aksi paling berani
Kesehatan
Medan Perang tanpa Senjata, Pahlawan Penyelamat Nyawa | LPP RRI