Liputan6.com, Washington D.C - Para ilmuwan sudah sejak lama tertarik dengan satu pertanyaan tentang kelelawar, yaitu bagaimana mamalia yang bisa terbang ini membawa virus yang mematikan di dalam tubuhnya padahal mereka jarang sakit parah.
Dikutip dari Science Daily, Senin (7/9/2026), sebuah studi yang diterbitkan di Science Advances menemukan bahwa keluarga kelelawar terbesar di dunia memiliki dua salinan gen yang berbeda yang berperan dalam produksi antibodi. Protein khusus ini membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan infeksi. Semua mamalia lain yang