Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menekankan kepentingan terbaik anak harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan dan langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan.
"Bencana karhutla bukan sekadar soal angka atau luas lahan yang terbakar, ini tentang napas dan masa depan anak-anak kita. Jika keselamatan dan kepentingan terbaik anak diabaikan dalam penanganan bencana, kita sedang membiarkan hak-hak dasar mereka tercederai," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta,