Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Penguatan dolar Amerika Serikat (AS), memanasnya geopolitik Timur Tengah, serta solidnya data ketenagakerjaan AS menjadi sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.
Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa.
“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp 17.640-Rp 17.680,” kata Ibrahim dalam