Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah berbalik menguat pada penutupan perdagangan Senin (7/9/2026), setelah sempat berada di zona merah pada awal perdagangan.
Pergerakan mata uang Garuda berlangsung di tengah pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS) serta perhatian pasar terhadap konflik AS-Iran dan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 2 poin atau 0,01% ke level Rp 17.640 per dolar AS. Pada awal perdagangan, rupiah sempat dibuka melemah 17 poin atau 0,1% ke level Rp