Liputan6.com, Tel Aviv - Sedikitnya 1.370 dokter meninggalkan Israel sepanjang 2023 hingga 2025. Demikian menurut studi terbaru Universitas Tel Aviv.
Angka tersebut menunjukkan semakin besarnya arus keluar tenaga medis dari Israel di tengah kekhawatiran soal brain drain atau hengkangnya tenaga terampil dari negara itu.
Hasil penelitian tersebut diberitakan surat kabar Israel, Haaretz, pada Minggu (6/9/2026).
Dalam studi itu, dokter dianggap telah meninggalkan Israel jika berada di luar negeri selama lebih dari 270 hari pada tahun pertama setelah pergi. Mereka juga