Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernad Wimanda meminta pemerintah daerah dan pemangku kepentingan mewaspadai penurunan produksi pertanian yang berpotensi mengganggu pasokan pangan dan menekan laju pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2026.
"Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi Sulsel yang berada pada kisaran 5,4 hingga 6,2 persen tahun ini," kata Rizki dalam keterangan persnya di Makassar, Senin.
Dia mengatakan kewaspadaan itu diperlukan karena sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki kontribusi