ERUPSI Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9/2026) malam, membawa kembali ingatan Indonesia kepada satu kenyataan yang sering terlupakan: laut bukan ruang kosong.
Lantaran di atasnya bergerak kapal penumpang, kapal barang, tanker, kapal nelayan dan berbagai aktivitas ekonomi yang menghubungkan pulau-pulau.
Di bawahnya tersimpan dinamika geologi yang tidak selalu dapat diprediksi dengan kehendak manusia.
Selat Sunda mempertemukan dua kenyataan itu sekaligus: laut sebagai jalan ekonomi, dan alam sebagai kekuatan yang tidak dapat dinegosiasikan.
Maka kapal yang melintas harus memperhitungkan perkembangan aktivitas