KOMPAS.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (6/9/2026) mengatakan pemantauan dilakukan selama 24 jam karena sebaran abu bisa berubah mengikuti aktivitas erupsi serta kondisi atmosfer.
Berdasarkan analisis citra satelit pada Senin (7/9/2028) pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster abu vulkanik.
Abu pada lapisan hingga sekitar 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan