REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyinggung Hadiah Nobel Perdamaian sembari membanggakan rekam jejak diplomasinya. Trump mengatakan telah mengakhiri delapan perang, tetapi mempertanyakan mengapa pencapaian yang diklaimnya itu belum membawanya meraih Nobel Perdamaian.
Pernyataan tersebut muncul justru ketika pemerintahannya kembali berusaha memecahkan salah satu konflik yang hingga kini belum mampu Trump akhiri: perang Rusia-Ukraina. Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, telah menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Sabtu (5/9/2026), lalu