Jakarta (ANTARA) - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyebut pemanfaatan drone atau pesawat nirawak untuk pertanian di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mampu memangkas biaya penyemprotan lahan hingga 90 persen.
Menurut Kementrans, biaya penyemprotan lahan seluas satu hektare turun dari sekitar Rp170.000 menjadi Rp17.000, sedangkan waktu pengerjaan berkurang dari sekitar empat jam menjadi 20 menit.
“Penyemprotan secara manual menggunakan sprayer tetap dapat dilakukan, tetapi membutuhkan waktu dan tenaga yang jauh lebih besar. Dengan lahan pertanian di Merauke yang cukup luas,