Oleh: Shofiyullah Muzammil, Santri NU dan Guru Besar Filsafat Hukum Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
REPUBLIKA.CO.ID, Memimpin Nahdlatul Ulama bukan sekadar mengisi sebuah jabatan. Di balik posisi Ketua Umum PBNU terdapat amanah untuk menjaga sebuah tradisi yang telah melewati perjalanan panjang, sekaligus memastikan bahwa tradisi itu tetap mampu menjawab persoalan zaman yang terus berubah. Karena itu, pertanyaan penting setelah lahirnya kepemimpinan baru NU bukan hanya siapa yang memimpin, tetapi ke mana NU hendak diarahkan dan untuk apa kebesaran organisasi itu