Jakarta, Beritasatu.com – Manajemen SM+ Data Centers (SM+) menyatakan 55 warga negara China yang ditangkap tim penyidik Direktorat Jenderal Imigrasi di kawasan proyek pembangunan gedung data center Sinarmas Plus dan Galeri Smartfren BSD, Tangerang Selatan bukan bagian dari karyawannya.
“Kami ingin menyampaikan bahwa individu yang dimaksud bukan merupakan karyawan SM+. SM+ tidak memiliki hubungan kerja langsung dengan individu yang bersangkutan,” kata Head of Corporate Communications PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), Marissa Anugrah dalam keterangan klarifikasinya kepada Beritasatu.com, Senin (7/9/2026).