Liputan6.com, Jakarta - Maskapai Pelita Air mencatat sedikitnya 41 penerbangan terdampak penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kebijakan pembatalan dan penjadwalan ulang ini berdampak pada sekitar 5.337 penumpang.
Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi mengutamakan keselamatan penerbangan.
"Keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama kami. Berdasarkan data sementara periode 5–6 September 2026, terdapat 41 penerbangan Pelita Air yang terdampak dengan sekitar 5.337 penumpang," ujar Faik, Minggu (6/9/2026).