New York, Beritasatu.com - Sekitar 50 anggota Staf Gabungan militer Amerika Serikat (AS) menjalani tes poligraf terkait dugaan kebocoran informasi, termasuk mengenai kekurangan stok amunisi, di tengah konflik dengan Iran.
Seperti dilaporkan The New York Times (NYT), Jumat (4/9/2026), tes poligraf tersebut dilakukan pada Agustus 2026. Sejumlah perwira militer dan pegawai sipil di Departemen Pertahanan AS ditanyai mengenai kemungkinan mereka membocorkan informasi terkait persediaan amunisi kepada media.
Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menolak memberikan komentar mengenai masalah internal kepegawaian maupun