Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengingatkan masyarakat untuk semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital atau scam yang marak terjadi seiring pesatnya perkembangan transaksi keuangan digital.
Menurut Filianingsih, pelaku kejahatan siber saat ini tidak selalu mengandalkan kemampuan meretas sistem (hacker), melainkan memanfaatkan teknik social engineering atau manipulasi psikologis untuk mengelabui korban.
"Nah, ini social engineering, ilmu menipu zaman now. Mereka nggak perlu hacker, tetapi cukup memahami psikologi," kata Filianingsih dalam Lampung Financial Festival 2026,