Jakarta, CNBC Indonesia - Gunung Api Anak Krakatau masih mengalami erupsi menerus hingga Sabtu (5/9/2026) pagi setelah kembali aktif sejak Juli 2026. Badan Geologi memastikan pertumbuhan tubuh gunung api pasca tsunami 2018 masih relatif kecil sehingga belum berpotensi runtuh dan memicu tsunami.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Rita Susilowati mengatakan aktivitas Anak Krakatau saat ini terus dipantau melalui dua stasiun pengamatan di Pasauran dan Kalianda.
"Hasil pemantauan kami menunjukkan bahwa pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau