Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengajak industri farmasi, baik dalam maupun luar negeri, untuk bergabung dalam pengembangan ekosistem uji klinis guna memperkuat kemandirian obat dan alat kesehatan di Indonesia.
“Uji klinis itu tidak murah, mahal. Oleh karena itu, kita juga memfasilitasi industri-industri farmasi, baik yang dari dalam maupun yang dari luar negeri, untuk bergabung mengembangkan diri di Indonesia,” ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar saat menghadiri Annual Meeting IASMED 2026 di Jakarta, Sabtu.
Taruna mengatakan, Indonesia memiliki