Mumbai, Beritasatu.com – Banjir dahsyat yang melanda Nepal pekan lalu diperkirakan menimbulkan kerugian bagi perusahaan asuransi komersial lebih dari 20 miliar rupe Nepal atau sekitar Rp 2,19 triliun. Proyek pembangkit listrik tenaga air (hydropower) diperkirakan menyumbang sebagian besar klaim.
Chief Executive Officer (CEO) Oriental Insurance Company Nepal Toton Chakraborty mengatakan nilai kerugian tersebut terutama berasal dari kerusakan proyek pembangkit listrik tenaga air di wilayah terdampak banjir.
"Proyek pembangkit listrik tenaga air di sepanjang koridor sungai yang terdampak mengalami kerusakan terbesar.