Jakarta, CNBC Indonesia - Sekelompok pakar teknologi dan teknik sipil mendadak menjadi garda terdepan penyelamatan di Nepal. Lewat sebuah grup WhatsApp khusus, mereka memandu tim evakuasi yang berjibaku menyisir lorong-lorong gelap di dalam perut bumi, mencari para korban selamat yang terjebak di terowongan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) pascabanjir bandang dahsyat.
Grup perpesanan darurat ini sejatinya dibentuk oleh para engineer lokal sesaat sebelum dinding air, lumpur, dan bebatuan menerjang kawasan Lembah Trishuli, Nepal, pada Rabu (26/8). Seiring berjalannya waktu, grup