Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima informasi dari kecerdasan buatan (AI) demi menangkal misinformasi dan disinformasi yang menjadi tantangan serius masyarakat pada era digital.
Melalui keterangan di Jakarta, Jumat, Wamendiktisaintek Stella menilai perkembangan kecerdasan buatan turut meningkatkan tantangan dalam membedakan informasi yang benar dan keliru. Ia menyebut tingkat kesalahan informasi dari 10 chatbot AI utama meningkat dari 18 persen pada Agustus 2024 menjadi 35 persen pada tahun