Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengatakan ragi adaptif yang dikembangkan periset Universitas Indonesia (UI) tak hanya menjadi solusi atas ancaman perubahan iklim, tetapi juga empati pada perajin tempe.
"Riset ragi yang memanfaatkan kekayaan kapang Rhizopus asli Indonesia ini hadir bukan sekadar sebagai terobosan biologis, melainkan sebagai bentuk empati sains terhadap kegelisahan para perajin," ujar Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek Yudi Darma di Jakarta, Jumat.
Hal itu disampaikan Yudi dalam diskusi publik “Ragi