KATHMANDU, KOMPAS.com - Sebuah grup percakapan WhatsApp (WA) yang beranggotakan lebih dari 500 ahli dan pejabat pemerintah menjadi sarana krusial dalam mengarahkan tim SAR di Nepal.
Grup ini membantu panduan pencarian korban selamat yang diduga terjebak di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) pascabencana banjir bandang.
Banjir bandang yang dipicu oleh runtuhnya gletser pada 26 Agustus lalu menerjang Lembah Trishuli, menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menyebabkan lebih dari 4.000 orang hilang.
Di antara korban hilang, sekitar 900 orang