Sampit (ANTARA) - DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendorong pemerintah menerapkan kebijakan lebih adaptif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dengan menjadikan informasi dan analisis cuaca BMKG sebagai dasarnya.
“Data BMKG ini jangan berhenti sebagai informasi cuaca. Harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan kesiapan lapangan, karena yang kita lindungi adalah masyarakat,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Kotim Muhammad Kurniawan Anwar di Sampit, Jumat.
Kurniawan menjelaskan, informasi itu sangat penting bagi pemerintah daerah karena dampak perubahan cuaca tidak hanya berkaitan kondisi lingkungan, tetapi