Yogyakarta, Beritasatu.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Kalimantan, terutama kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Sekitar 50% hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan dilaporkan berada di area konsesi perusahaan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Pakar kebakaran hutan dan lahan Fakultas Kehutanan UGM Fiqri Ardiansyah menilai keberadaan hotspot di kawasan konsesi perlu menjadi perhatian karena pengelolaan wilayah tersebut merupakan tanggung jawab pemegang izin.
Menurut Fiqri,