Jakarta (ANTARA) - Telehealth dan akal imitasi (AI) didorong untuk memperluas akses layanan kesehatan di Indonesia, terutama di tengah ketimpangan distribusi tenaga kesehatan dan kondisi geografis yang beragam.
"Prioritas layanan kesehatan Indonesia membutuhkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan realitas yang dihadapi pasien dan tenaga kesehatan di Indonesia," kata Direktur RMIT (Royal Melbourne Institute of Technology) Indonesia Tantia Dian Permata Indah dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta pada Kamis.
Dalam forum kesehatan yang bertajuk "Healthier Futures, Sooner: