Iran mencemooh usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengganti nama Selat Hormuz menjadi "Selat Trump". Usulan itu dicetuskan Trump saat Teheran dan Washington terus berselisih sengit mengenai kendali atas jalur perairan vital untuk pasokan minyak dan gas global tersebut.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, pusat komando terpadu militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Eye, Kamis (3/9/2026), mengejek usulan Trump dengan mengatakan bahwa AS bisa mengubah nama Selat Hormuz "menggunakan Photoshop"